Tampilkan postingan dengan label Starting Point. Tampilkan semua postingan

Lanjutan : The Knife of Farah Quinn


Seperti yang di bicarakan sebelumnya, Farah Quinn, sebagai seorang Chef, mengatakan bahwa Starting Pointnya adalah Pisau. Pisau yang tajam akan membuat dia memotong bahan masakan dengan mudah, mempersiapkan bahan masakan dengan rapi, sehingga membuat dia begitu bergairah untuk memasak dan moodnya menjadi begitu bagus. Tidak heran jika hasil masakannya enak. Sebaliknya, jika pisau yang digunakan tidak tajam, maka dia akan mengerahkan tenaga, pikiran serta kengototannya untuk memotong dan mempersiapkan bahan masakan. Sehingga semua itu akan membuat moodnya begitu jelek. Alhasil dia akan memasak dengan perasaan tertekan dan hasil masakannya pasti tidak enak.

Good starting point is a must in Sales & Marketing ?

Di dalam melakukan pekerjaan sales & marketing, maka dibutuhkan juga starting point yang baik, dimana starting poin ini sangat berpengaruh kepada hasil akhir setiap tindakan. Starting point tersebut bisa berupa informasi pasar, informasi pesaing, produk knowledge, strategi perusahaan kebijakan perusahaan, alat - alat bantu penjualan, dan lain sebagainya. Dengan Starting point yang handal, up to date,unik, creative, dan memang dibutuhkan, maka keberhasilan suatu sales & marketing akan mudah tercapai.



What Should we have for a Good Starting Point ?


Each Work Has A Starting Point.
Even the simplest work such as walking, has a starting point.
Perfection is the result of an exellent starting point.

Siapa yang tidak kenal dengan nyonya yang satu ini. Farah Quinn, seorang ibu rumah tangga yang menjadi model cantik dan pinter masak lagi (ya iyalah, chef gitu loh). Pada suatu sesi interview dengan salah satu majalah pria, dia mengatakan bahwa enak atau nggak enaknya masakan dia, itu tergantung pada starting point. Starting point itu adalah pisau. (lanjut ke entri berikutnya...)