Tampilkan postingan dengan label B2B. Tampilkan semua postingan

Branding Your B2B !


Karena perkembangan dunia usaha yang pesat, maka timbullah ledakan pilihan di hampir semua bidang.Klien saat ini dengan mudah medapatkan pilihan. Sehingga harus ada yang “SHINY” di dalam “CROWD”. Perkembangan produk dan jasa yang serupa telah masuk ke tingkat hypercompetitive. Basis keunggulan pada inovasi dan fungsional produk tidak akan mencapai keunggulan kompetitif yang berkesinambungan dalam jangka waktu yang panjang karena biasanya akan segera ditiru pesaing. Brand yang kuat akan menjadi karakteristik tunggal yang membedakan suatu produk dari para kompetitor

Branding B2B bersifat 2 arah, yaitu memberikan keuntungan bagi klien sekaligus memberikan keuntungan kepada perusahaan/supplier. Berikut deskripsi keuntungan - keuntungan tersebut :

1. Bagi Client

BRANDING meningkatkan efisiensi informasi
Branding adalah alat yang efektif untuk mengkomunikasikan manfaat dan nilai suatu produk/Jasa. Klien tidak akan ragu, selalu terbuka atau bahkan menunggu update informasi terbaru dari suatu perusahaan yang BRANDnya telah menancap di benak mereka.

BRANDING mengurangi resiko
Brand yang sukses membuat klien merasa nyaman untuk mengambil keputusan pembelian. Tidak ada rasa khawatir terjadinya penyesalan karena mereka sudah percaya dengan kualitas suatu Brand yang tidak akan menyebabkan suatu masalah nantinya.

BRANDING menciptakan nilai tambah/manfaat citra
Dengan menggunakan produk dari BRAND yang dipercayai, klien akan mendapatkan nilai tambah pada bisnis/produknya sendiri, sehingga citra produknya bisa lebih bagus di market.

2. Bagi Company

BRANDING meningkatkan keunggulan daya saing (competitive advantage)
Branding menjadi pendiferensiasi suatu produk dengan yang lainnya. Brand yang unggul selalu memiliki tempat yang baik di dunia persaingan. Brand memungkinkan terjadinya First in Mine pada saat ianya dibutuhkan.

BRANDING meningkatkan profit & sales
Brand yang unggul tidak harus bersaing dalam kompetisi harga murah yang kejam. Brand yang unggul bisa dijual dengan harga premium. Brand yang unggul juga akan secara automatic menjual dirinya sendiri, sehingga cost penjualan akan rendah, serta profit akan menjadi tinggi.

BRANDING mempertahankan eksistensi bisnis
Brand yang unggul tidak memiliki tempat secara fisik. Brand hanya ada di benak manusia. Apapun yang terjadi, semisal terjadi resesi, atau bencana alam, atau yang lebih buruk sekalipun, Brand akan tetap bergaung, hidup dan eksistensi bisnis akan tetap berlanjut terus.

BRAND telah menjadi aset strategi, ekuitas, basis keunggulan kompetitif dan profitabilitas jangka panjang. Sebuah produk yang memiliki Brand unggul akan bernilai lebih tinggi dari produk non brand, begitu juga perusahaan yang memiliki brand unggulan akan dinilai lebih tinggi. Oleh berbagai alasan yang logis dan mutlak, lakukanlah branding B2B anda sekarang juga !



Bullet #1 : Brand



Brand adalah aset terbaik yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Brand merupakan gambaran dari citra perusahaan, image, keberhasilan, kehandalan, kualitas, kemapanan, kekuatan, sejarah, kapabilitas, dan semua hal yang "besar". Bahkan ada yang menggambarkan kekuatan brand McDonald's dengan mengandaikan jika seluruh restoran McDonald's runtuh diterjang meteor, maka dalam waktu hitungan hari, McDonald's bisa dibangun lagi tanpa kehilangan pelanggan sedikitpun. Atau jika seluruh pabrik Coca Cola terbakar habis, mereka tinggal membeli produk pesaing dan melabelinya dengan Coca Cola dan pasti akan terjual laris juga.

Sebagian besar para marketer dan sales berpendapat bahwa Branding adalah sesuatu yang intens dilakukan hanya untuk bisnis 2 consumer (B2C). Hal ini didukung juga dengan begitu banyaknya iklan komersial yang sangat jelas memfokuskan branding ke konsumen langsung. Ini wajar karena setiap orang merupakan konsumen, dan cakupannya sangatlah luas.

Berbeda dengan B2B, yang dimana melibatkan perusahaan dan klien yang jumlahnya jauh dibawah konsumen langsung, kegiatan brandingnya cukup sekedarnya saja, tidak seperti branding B2C yang terlihat marak, hidup dan penuh kreatifitas.

Alasan Banyak perusahaan tidak melakukan Branding pada B2B :

* Pembeli di dalam B2B adalah pembuat keputusan rasional, yang tidak digoyangkan oleh faktor mengharukan seperti iklan yang ada di TVC.
* Pembeli B2B sama sekali tentang hubungan antar personal, yaitu antara representative dengan purcasing/R & D/ wakil klien
* Produk B2B tidak berjanji membuat anda "mengagumkan" atau "seksi" atau yang mana pun yang bersifat aspirational. Semuanya adalah masalah harga & kualitas.
* Produk B2B terlalu kompleks untuk dibuat dalam satu tagline atau iklan 30 detik.
* Perusahaan penjual B2B cenderung menjual untuk memperkecil jumlah pelanggan tapi pelangan besar/berkualitas, Beda dengan B2C yang harus beriklan/branding untuk mendapatkan massa sebanyak - banyaknya.

Meskipun ada argumen ini, kepercayaan saya adalah bahwa Branding ke B2B penting untuk dilakukan, dan untuk satu sebab utama :
Pembeli B2B masih merupakan manusia, mahluk yang memiliki emosi, mahluk pemilih. Mereka tetap membeli berdasarkan emosi dan pikiran bahwa produk dab brand tertentu adalah lebih baik, lebih unggul, lebih aman, lebih hebat, dan lebih menjanjikan dibanding dengan brand yang lain. Dan ini bisa disampaikan dengan kegiatan branding yang pas & tepat, tentu saja dengan ide dan kreatifitas yang tidak kalah dengan branding pada B2C.

Berbagai branding B2B sebenarnya sudah disadari untuk dilakukan, seperti : sponsorship di acara - acara yang bersangkutan dengan bisnis sejenis, mengirimkan news letter, sampai pada memberikan alat - alat kantor/gift berlogo untuk "menebalkan" ingatan klien atas brand tersebut.

Inti kata, jika branding pada B2B yang dilakukan dengan baik dan tepat, maka akan meningkatkan brand awarness dan secara simultan akan meningkatkan penjualan serta profitabilitas perusahaan.